Pages

Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

Buah Sirsak Miliki Kandungan Antioksidan Tinggi


Rabu, 27 Maret 2013 - 13:51:49 WIB

Buah Sirsak Miliki Kandungan Antioksidan Tinggi
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Kuliner 

komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Perusahaan bahan baku produk farmasi menyatakan bahwa buah sirsak sebagai salah satu bahan baku ekstrak herbal yang memiliki kandungan antioksidan tinggi sebagai pencegah penyakit kronis.

"Kami yakin bahan baku ekstrak herbal dari buah sirsak ini akan memberikan profil antioksidan yang signifikan," kata Thomas R. Harsono, CEO perusahaan bahan baku PT. Tigaka Distrindo Perkasa, saat peluncuran logo baru perusahaan itu, di Jakarta, Rabu (27/03).

Minggu, 17 Maret 2013

Bawang Merah Dapat Mencegah Kanker


Minggu, 17 Maret 2013 - 15:31:49 WIB

Bawang Merah Dapat Mencegah Kanker
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Gaya Hidup 

komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Harga bawang merah yang terus meroket tinggi tentunya sangat merugikan masyarakat Indonesia. Selain bawang merah untuk menyedap masakan, ternyata bawang merah berguna untuk kesehatan.

Penelitian kesehatan menyebutkan bawang merah bisa mencegah kanker karena kandungan sulfurnya. Umbi lapisnya mengandung zat-zat seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1 dan C.

Bawang merah mengandung kalori, karbohidrat, lemak, protein, dan serat makanan. Serat makanan dalam bawang merah adalah serat makanan yang larut dalam air, disebut oligofruktosa.

Kandungan vitamin bawang merah adalah vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (G, riboflavin), vitamin B3 (niasin), dan vitamin C. Bawang merah juga memiliki kandungan mineral di antaranya adalah belerang, besi, klor, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, natrium, silikon, iodium, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan zat vital nongizi yang disebut air. (K-2/yan)


Teh Hijau Dan Kopi Kurangi Resiko Stroke


Jumat, 15 Maret 2013 - 12:26:41 WIB

Teh Hijau Dan Kopi Kurangi Resiko Stroke
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Kuliner 

komhukumimage
Komhukum (Washington) - Teh hijau dan kopi mungkin bisa membantu mengurangi resiko terkena stroke terutama jika kedua jenis minuman itu dikonsumsi secara tetap, kata hasil penelitian yang disiarkan pada jurnal asosiasi jantung Amerika, Kamis (15/03).

"Ini merupakan penelitian berskala besar pertama yang mempelajari pengaruh gabungan antara teh hijau dan kopi pada resiko stroke," kata Yoshihiro Kokubo, kepala tim peneliti pada Pusat Kardiovaskular dan Saraf Nasional, Jepang.

"Anda bisa membuat sedikit perubahan gaya hidup dengan memasukkan teh hijau sebagai minuman sehari-hari guna mengurangi resiko stroke." Para peneliti menganalisa kebiasaan minum teh hijau dan kopi pada 83.269 orang dewasa di Jepang dan memantau mereka sedikitnya selama 13 tahun. Mereka menemukan bahwa semakin banyak orang-orang itu minum teh hijau atau kopi, maka semakin rendah risiko terserang stroke.

Orang yang minum sedikitnya secangkir kopi dalam sehari, memiliki risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah dibanding mereka yang jarang minum. Orang yang minum sedikitnya dua-tiga cangkir teh hijau dalam sehari mendapat 14 persen lebih rendah resikonya terkena serangan stroke dan orang-orang yang minum sedikitnya empat cangkir mengalami 20 persen lebih rendah terkena stroke dibanding mereka yang jarang minum.

Mereka yang sedikitnya minum dua cangkir kopi atau dua cangkir teh hijau dalam sehari mengurangi 32 persen risiko terkena perdarahan di dalam otak dibandingkan mereka yang jarang minum kedua jenis minuman tersebut.

Perdarahan di dalam otak terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak meledak sehingga menyebabkan perdarahan di dalam otak, dan 13 persen serangan stroke terjadi akibat perdarahan tersebut.

Peserta yang dipantau dalam penelitian ini berusia antara 45-74 tahun, dengan gender yang hampir sama, juga bebas dari penyakit kanker dan jantung.

Selama 13 tahun masa pemantauan, peneliti mengulas catatan kesehatan peserta yang dikeluarkan oleh rumah sakit, maupun catatan penyebab kematian, mengumpulkan data sakit jantung dan stroke.

Temuan tersebut diselaraskan dengan data usia, jenis kelamin, faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, berat tubuh, pola makan dan kegiatan olahraga.

Teh dan kopi merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air, sehingga diduga hasil penelitian ini akan sama bila diterapkan di Amerika dn negara-negara lain, kata para peneliti.

Belum jelas bagaimana teh hijau bisa mempengaruhi risiko stroke. Kandungan katekin di dalam teh mungkin bisa menjadi pelindung, kata mereka.

Katekin mengandung anti-oksidan, anti-pembengkanan, meningkatkan kemampuan plasma anti-oksidan serta pengaruh anti-trombogenik. (K-5/el)


Rabu, 13 Maret 2013

Ternyata Sushi Tidak Sesehat Perkiraan Orang


Rabu, 13 Maret 2013 - 14:55:33 WIB

Ternyata Sushi Tidak Sesehat Perkiraan Orang
Diposting Oleh : Administrator
Kategori: Kuliner 

komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Kalau orang mengira sushi adalah pilihan makan siang ringan, coba pikirkan lagi deh, sebab terbukti sushi Supermarket jauh lebih mirip dengan makanan cepat saji khas ketimbang perkiraan orang selama ini.

Sepasang California rolls ternyata berisi banyak kalori dan gula dua kali lebih banyak dibandingkan dengan Big Mac dan kentang goreng dari satu perusahaan makanan cepat saji.

Penyebabnya ialah nasi putih yang sangat nikmat yang membungkus seluruh potongan kecil ikan dan sayuran.

"Gulungan khas sushi berisi 290 sampai 350 kalori dan karbohidrat yang sama dengan dua-setengah sampai empat potong roti," kata ahli makanan Rachel Beller kepada The Daily Mail, yang disiarkan di Shine. Yahoo.com yang dipantau wartawan di Jakarta, Rabu (13/03) siang.

"Jadi, satu California roll sama dengan dua roti lapis yang diisi potongan kepiting, sepotong alpukat dan sedikit sayuran," tegasnya.

Bertolak-belakang dengan kepercayaan umum, kata "sushi" merujuk kepada nasi yang disajikan, biasanya, dengan ikan mentah, bukan ikan itu sendiri, yang dipandang lebih sebagai hiasan.

Nasi tersebut dibumbui dengan gula dan garam lalu diisi cuka dan bisa jadi itu berarti 75 persen dalam setiap gigitan, kata Rachel Beller. Artinya ialah "meskipun anda memakan sayuran dan ikan yang sehat, anda mengkonsumsinya terlalu banyak dalam setiap porsi. Beras merah mungkin lebih banyak serat dan gizi tapi, tak berarti lebih sedikit karbohidrat dan gula", katanya.

Dua porsi Genji Sushi California pilihan paling mudah ditemukan di pasar Whole Foods di seluruh Amerika Serikat berisi 740 kalori dan 22 gram gula, demikian data gizi yang diposting di Internet.

Satu roti Big Mac dan porsi kecil kentang goreng berisi sebanyak 780 kalori dan sembilan gram gula, demikian laporan waralaba makanan cepat saji McDonald di jejaringnya sebagaimana dikutip. (K-5/el)

Selasa, 12 Maret 2013

Radang Tenggorokan Batalkan Konser Rihanna


Senin, 11 Maret 2013 - 20:49:26 WIB

Radang Tenggorokan Batalkan Konser Rihanna
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Rihanna harus membatalkan konsernya di Boston, Amerika Serikat, karena radang tenggorokan membuat suaranya terganggu.

Konser yang dijadwalkan di TD Garden Boston pada Minggu (10/03) merupakan konser kedua dari "Diamonds World Tour", yang baru dimulai di Buffalo, New York, Jumat (8/03) lalu.

"Setelah konser Jumat lalu Rihanna terserang radang tenggorokan. Dokter tidak mengizinkannya tampil sore ini," kata penyelenggara konser Live Nation seperti dikutip Us Weekly.

Rihanna mencurahkan perasaannya tentang pembatalan konser itu melalui Twitter. "#BOSTON, ini hal terberat untuk saya! Kita sudah lama menantikan konser ini, saya pun terluka karena mengecewakan kalian," kata Rihanna seperti yang dikutip laman Rolling Stone.

"Saya benci mengecewakan orang yang bahkan tidak pernah mengecewakan saya!! Saya sangat malu tentang ini! Terima kasih untuk doa kalian!" tambahnya. (K-4/EIO)

Valerie Harper Didiagnosa Kanker Otak


Senin, 11 Maret 2013 - 18:49:35 WIB

Valerie Harper Didiagnosa Kanker Otak
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (New York) - Selebriti Amerika Valerie Harper, yang dikenal karena perannya sebagai Rhoda Morgenstern pada acara TV "The Mary Tyler Moore Show" dan serialnya "Rhoda," telah didiagnosa menderita kanker terminal otak, menurut laporan-laporan media.

Dalam satu wawancara dengan majalah People, seperti dikutip Xinhuanet, Harper, aktris 73 tahun itu, mengatakan ia telah didiagnosis dengan kanker terminal otak, penyakit yang mungkin hanya memberinya kesempatan hidup tiga bulan.

Harper menerima berita sedih itu pada 15 Januari. Dia bilang dia akan menjalani kemoterapi untuk memperlambat perkembangan kanker, tetapi dia juga ingin fokus untuk memanfaatkan sisa waktunya. "Saya tidak berpikir tentang kematian. Saya berpikir berada di sini sekarang.." kata Harper kepada People.

Aktris ini memiliki kondisi yang jarang yakni leptomeningeal carcinomatosis, di mana sel-sel kanker menyebar ke cairan selaput otak. Harper, bukan perokok, pada 2009 berjuang menghadapi kanker paru-paru. (K-4/EIO)

Ira Wibowo Ajak Wanita Perangi Kanker


Minggu, 10 Maret 2013 - 13:56:17 WIB

Ira Wibowo Ajak Wanita Perangi Kanker
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Aktris Ira Wibowo mengaku gemas dengan tingginya angka penderita kanker leher rahim (kanker serviks) di Indonesia.

"Saya suka gemas dengan para perempuan yang enggan untuk melakukan pemeriksaan dini, padahal mereka tau betapa pentingnya pencegahan kanker serviks," kata Ira saat dijumpai di Jakarta, Sabtu (9/03).

Meski sudah enam tahun menjadi duta kanker serviks, mantan istri penyanyi Katon Bagaskara ini mengaku tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan kaum perempuan tentang bahaya dari penyakit mematikan ini.

Dia pun mengajak anak perempuannya, Chika, untuk turut serta menjadi duta kanker serviks semenjak duduk di bangku SMP. "Saya bersama Chika sering berkampanye cegah kanker serviks di kalangan remaja putri," ujar Ira.

Ira yang seringkali menjadi salah satu pembicara dalam berbagai seminar serta lokakarya mengenai kanker serviks, mengaku rutin melakukan deteksi dini kanker serviks seperti papsmear.

"Memang agak risih untuk memeriksakan ke dokter kandungan, tapi ini penting, papmsear harus dilakukan setahun sekali," tutur Ira.

Ira pun berharap agar para perempuan Indonesia bisa lebih waspada terhadap penyakit ini, dengan melakukan tindakan pencegahan seperti vaksinasi, serta deteksi dini seperti IFA dan papsmear.

"Ayo ibu-ibu lakukan papsmear setahun sekali yah, dan para remaja putri jangan lupa pencegahannya dengan vaksinasi," imbau Ira. (K-5/el)