Pages

Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Gedung Bioskop Harus Ditambah


Rabu, 27 Maret 2013 - 06:38:41 WIB

Gedung Bioskop Harus Ditambah
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Aktor senior Didi Petet berpendapat gedung bioskop di Indonesia harus ditambah agar jangkauan penonton lebih luas.

"Teman-teman di Kalimantan, Sulawesi, agak susah untuk menonton film. Itu kan sedih sekali," kata Didi pada konferensi media film "Madre" di Kuningan, Jakarta Selatan.

Laskar Pelangi Hadir dalam Bahasa Portugis


Rabu, 27 Maret 2013 - 06:39:44 WIB

Laskar Pelangi Hadir dalam Bahasa Portugis
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (London) - Novel Laskar Pelangi buah karya Andrea Hirata, yang laris terjual jutaan kopi di Indonesia dan telah diterbitkan di lebih dari 33 negara di dunia, akhirnya muncul dalam edisi Bahasa Portugis dengan judul "Os Guerreiros do Arco-Iris."

Novel itu resmi diluncurkan oleh penerbit independen terbesar di Portugal, Editorial Presenca, melengkapi kisah sukses Andrea Hirata menulis tetralogi populer Laskar Pelangi di tanah air, demikian Pensosbud KBRI Lisbon, Tri Wahyuni, Rabu (27/03).

Senin, 25 Maret 2013

Ringgo Agus Rahman Jadi Calo Tiket Kereta


Selasa, 26 Maret 2013 - 02:02:28 WIB

Ringgo Agus Rahman Jadi Calo Tiket Kereta
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Aktor Ringgo Agus Rahman berakting sebagai calo tiket kereta di film terbarunya, "Tampan Tailor".

Pria yang namanya melejit sejak film "Jomblo" itu berperan sebagai Darman, sepupu Topan (Vino G. Bastian) yang berusaha menyambung hidup demi sang anak Bintang (Jefan Nathanio).

"Pemerintah Kurang Mendukung Film Nasional"


Selasa, 26 Maret 2013 - 02:16:25 WIB

"Pemerintah Kurang Mendukung Film Nasional"
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Sutradara Guntur Soeharjanto merasa pemerintah masih kurang mendukung perkembangan perfilman Indonesia. Dukungan dari pemerintah, menurut Guntur, penting jika ingin membuat film Indonesia bisa bersaing di luar negeri.

Guntur mencontohkan bagaimana perfilaman Korea didukung dengan pendanaan dari pemerintah. "Di sini mana ada? Semua malah disuruh bayar. Kalau pemerintah support 100 persen kan kita bisa jualan overseas," kata dia usai pemutaran perdana "Tampan Tailor" di Jakarta, Senin (25/03).

Selasa, 19 Maret 2013

"KM 97" Diangkat dari Kisah Misterius Tol Cipularang


Rabu, 20 Maret 2013 - 00:39:52 WIB

"KM 97" Diangkat dari Kisah Misterius Tol Cipularang
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Sutradara Jose Poernomo kembali menggarap film berdasarkan kisah misteri yang beredar di masyarakat Bandung dan Jakarta, yaitu seorang anak menghilang di KM 97 atau kilometer ke-97 di Jalan Tol Cipularang yang menghubungkan kedua kota.

Aktor Restu Sinaga seusai pemutaran film untuk wartawan di Jakarta, Selasa (19/03) mengatakan meski kisah misteri itu mungkin akan susah ditelusuri kebenarannya, namun kisah di perkotaan itulah kemudian yang menarik dia untuk setuju berperan sebagai bintang utama film garapan Arcadia Pictures itu.

"Dari awal saya selalu ingin kerja dengan Mas Jose, kali ini saya beruntung. Dan saya juga tertarik karena ceritanya berdasarkan kisah nyata," katanya.

Aktris Febi Febiola menjadi lawan main Restu. Mereka berperan menjadi sepasang suami istri yang mempunyai seorang anak kecil, Bintang (diperankan Zidane), yang memaksa turun dari mobil ketika keluarga tersebut sedang bepergian melalui kilometer ke-97 di Jalan Tol Cipularang.

Bintang, sang anak itu kemudian kembali ke mobil dan keluarga itupun melanjutkan perjalanan mereka mengunjungi kakek (diperankan Agus Melazs) di Bandung; dalam rangka melayat sang nenek yang baru meninggal.

Namun, yang tidak disadari keluarga itu adalah anak yang mereka bawa dari Jakarta bukanlah Bintang yang saat itu berada di Bandung, karena arwah anak lain telah menyaru menjadi anak mereka.

Di sinilah horor dan dan suasana mencekam karena arwah gentayangan itu jahat mulai menyeruak pelan-pelan. "Setelah diskusi dengan Mas Jose, dijelaskan mengenai film ini, dan saya suka ceritanya, jadi saya mengiyakan," ujar Febiola, yang mengaku cemas karena tidak pernah membintangi film ber-genre itu sebelumnya.

Sementara aktor senior Melazs mengaku kehadirannya mungkin hanya merupakan "bumbu dapur" atau tidak terlalu banyak berperan namun bukan berarti perannya dapat diabaikan begitu saja. (K-4/EIO)


Senin, 18 Maret 2013

Festival Film Hong Kong Diikuti 68 Negara



Selasa, 19 Maret 2013 - 01:04:59 WIB

Festival Film Hong Kong Diikuti 68 Negara 
 Diposting Oleh : Administrator
komhukumimage
Komhukum (Hong Kong) - Festival Film Internasional Hong Kong (HKIFF) yang dimulai pada Minggu (17/03), dimeriahkan dengan lima kompetisi untuk menghargai karya-karya terbaik bidang film melalui penilaian dewan juri yang profesional.

Para juri meliputi orang-orang ternama di industri film, kritikus film, sutradara dan orang berbakat lainnya, demikian isi laman HKIFF mengenai acara yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke 37.

Minggu, 17 Maret 2013

Festival Indiemovie Bandung Meriah Meski Hujan

Minggu, 17 Maret 2013 - 00:17:40 WIB
Festival Indiemovie Bandung Meriah Meski Hujan
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Bandung) - Setelah digelar di Jakarta pada 13 Maret 2013, kini perhelatan festival dan workshop LA Lights Indie Movie 2013 hadir di Kota Bandung yang berlangsung meriah walau diguyur hujan.

Lebih dari 500 orang terlihat mengikuti berbagai workshop dengan berbagai tema diantaranya workshop penyutradaraan, editing, penulisan skenario dan akting.

Festival yang berlangsung pukul 09.00 hingga 21.00 WIB di Balaikota Bandung ini mengusung tema "All Day Movie Day" yang artinya dalam satu hari berlangsung. Dalam acara ini hadir Didi Petet, Chand Parwez, Garin Nugroho, John de Rantau, Poppy Sovia dan Ringgo Agus Rahman.

"Ajang LA Lights Indiemovie telah menggerakkan calon generasi berikutnya dalam perfilman Indonesia. Paling tidak lewat workshop intensif dalam bidang film yang diberikan oleh pembicara-pembicara andal di perfilman menjadi awal baik untuk menyemangati para sineas masa depan yang tertantang mengikuti acara ini," ujar Kepala Tim Kreatif dari SET Film Workshop, Garin Nugroho.

Ringgo Agus Rahman mengaku bahwa telah beberapa kali mengikuti program LALIM dan merasakan manfaat besar kegiatan ini. "Berawal dari 2008 saat itu saya menyutradarai sebuah film pendek bersama para finalis LALIM dari Yogyakarta. Selanjutnya saya terlibat di beberapa film pendek lagi. Gara-gara itu saya jadi punya cita-cita jadi sutradara," katanya.

LA Lights Indiemovie hadir di empat kota yakni Jakarta (13 Maret), Bandung (16 Maret), Malang (20 April), dan Yogyakarta (27 April). Dalam ajang ini peserta berkesempatan bertemu dan menggali berbagai aspek perfilman mulai dari pra hingga paska produksi film langsung dari ahlinya seperti Yadi Sugandi (DOP), Joko Anwar dan Ifa Isfansyah (Director), Salman Aristo dan Ginatri S. Noer (Scriptwriting), Anjasmara, Olga Lydia, dan Marcella Zalianty (Producer). (K-4/EIO)


Dilema Sepak Bola "Hari Ini Pasti Menang"


Minggu, 17 Maret 2013 - 00:17:06 WIB

Dilema Sepak Bola "Hari Ini Pasti Menang"
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Sepak bola adalah olahraga yang harusnya menjunjung tinggi nilai sportifitas, tapi ternyata ketika sudah menjadi sebuah industri ada juga sisi buruk di dalamnya.

Uang bisa membeli sportifitas, uang bisa membeli hasil akhir sebuah pertandingan. Setidaknya itulah yang tergambar dari film terbaru berjudul "Hari Ini Pasti Menang", besutan Andibachtiar Yusuf.

Layar lebar tersebut bercerita tentang seorang atlet muda berbakat Gabriel Omar Baskoro (Zendhy Zain) atau biasa dipanggil GO 8. Pemain kebanggaan Jakarta Metropolitan itu, punya paket lengkap di dalam maupun luar lapangan.

Urusan mencetak gol bukan masalah lagi baginya, hal itu sejalan mulus dengan urusan menjadi idaman wanita. Dia bak Cristiano Ronaldo dan David Beckham yang jadi satu.

Hanya saja, GO 8 punya moral buruk terutama soal sportifitas. Jiwanya dibeli oleh orang-orang dari dunia judi, sehingga kewajiban menjaringkan bola bukan lagi berdasarkan kemampuan tapi uang. "Kalau udah punya prestasi, layak dong jadi arogan, duit bisa di dapet dari lobang mana aja," ujar GO 8.

Lebih parahnya lagi, tindakan tidak sportif itu didukung pelatihnya sendiri yaitu Dimas Bramatyo (Ray Sahetapy). Keduanya bersekongkol agar bisa mengatur skor akhir pertandingan, demi uang yang didapat dari para penjudi.

Kasus tersebut tertutup rapih, sampai  seorang wartawan bernama Andin (Tika Putri) melakukan investigasi. Perempuan cantik yang juga teman kecil dari GO 8 itu, menelusuri siapa saja yang terlibat dalam judi sepak bola itu.

Untuk mengonfirmasi keterlibatan sang bintang lapangan, Andin bertanya pada Edi Baskoro (Mathias Muchus) yang tidak lain adalah bapak GO 8.

Drama bapak dan anak

Awalnya Edi Baskoro menolak mentah-mentah informasi yang diterimanya dari wartawan olah raga itu. Pasalnya kebanggaan pada anak semata wayangnya, mengalahkan setiap kemungkinan buruk.

Terlebih lagi di depan bapaknya, GO 8 selalu tampak penurut dan berprilaku santun. Sehingga Edi Baskoro butuh waktu, untuk sadar bahwa anaknya tidak seperti yang ada di pikirannya.

Drama bapak dan anak, cukup apik diperagakan dalam film "Hari Ini Pasti Menang". Digambarkan si bapak adalah seorang fanatik sepak bola nasional, sedangkan sang anak merupakan perwujudan harapan yang bisa menjadikan Timnas Indonesia maju di kancah dunia. "Asal kita bisa masuk Piala Dunia, bangsa kita pasti senang," ujar Edi Baskoro kepada anaknya.

Hati penonton, bahkan bisa terkoyak melihat kasih sayang yang diberikan Edi Baskoro kepada Gabriel Omar tersebut. Terutama ketika beberapa kali ada kisah flash back masa kecil GO 8. Bapak merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan sepak bola padanya. Dia mengajak nonton langsung ke stadion, membelikannya kostum timnas, sampai mengantar setiap latihan sepak bola.

Hanya saja hati bapak satu anak itu kemudian hancur berkeping-keping, ketika mengetahui GO 8 terlibat dalam pengaturan skor sepak bola. Dalam pikirannya, bagaimana bisa jadi harapan negara, kalau sportifitas saja bisa dibeli dengan uang?

Film fiksi yang berlebihan
Film "Hari Ini Pasti Menang" memang mengangkat beberapa latar nyata, seperti keberadaan karakter Bambang Pamungkas (Ibnu Jamil), dan gambaran Timnas Indonesia. Biarpun begitu di sisi lain, kesan fiksi terlalu terlihat akibat beberapa unsur berlebihan yang masuk dalam film.

Salah satu contohnya adalah Bambang Pamungkas diceritakan telah bermain di beberapa klub eropa, mulai dari Fiorentina, AS Roma, dan Borussia Dortmund. Dia bahkan telah memecahkan rekor transfer untuk wilayah Asia.

Timnas Indonesia juga digambarkan begitu digdaya, dengan menjadi langganan juara Piala Asia. Pasukan Garuda bahkan telah bisa lolos Piala Dunia, sesuatu yang hampir mustahil bisa dijalani di kehidupan nyata.

Selain itu beberapa dialog pun terasa berlebihan, seperti ketika Ryan Giggs dikabarkan selingkuh dengan Syahrini dan masih banyak lagi. (K-4/EIO)


Festival Indiemovie 2013 Berlangsung di 4 Kota

Jumat, 15 Maret 2013 - 01:22:34 WIB
Festival Indiemovie 2013 Berlangsung di 4 Kota
Diposting Oleh : Administrator 
komhukumimage
Komhukum (Jakarta) - Festival La Lights Indiemovie (LALIM) 2013 akan berlangsung di empat kota yakni Jakarta (13 Maret), Bandung (16 Maret), Malang (20 April) dan Yogyakarta (27 April) menghadirkan sejumlah sineas profesional.

Para sineas itu diantaranya Yadi Sugandi (DOP), Joko Anwar dan Ifa Isfansyah (Director), Salman Aristo dan Ginatri S. Noer (Scriptwriting), Anjasmara, Olga Lydia, dan Marcella Zalianty (Producer).

Sineas Garin Nugroho sebagai Kepala Tim Kreatif dari SET Film Workshop mengungkapkan tahun ini LALIM memasuki penyelenggaraan yang ketujuh. Peminatnya dari tahun ke tahun selalu membludak.

"Saya kagum dengan Kota Malang, kotanya memang tidak sebesar Jakarta ya, tapi pesertanya luar biasa. Mereka sangat antusias," katanya dalam konferensi pers pelaksanaan LALIM di Jakarta yang dipusatkan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM).

Garin mengungkapkan dalam perjalanan penyelenggaraannya, festival ini mendapat sambutan yang sangat positif. Setiap tahun selalu ada permintaan agar LALIM digelar di kota-kota lain. "Permintaan sangat banyak, namun tahun ini LA Light Indiemovie akan hadir di empat kota tersebut," ujarnya.

Programer LALIM, Ray Nayoan mengungkapkan pada tahun ketujuh penyelenggaraan LALIM ini akan menghadirkan para produser film nasional sebagai pembicara workshop yakni Manoj Punjabi, Chand Parwez Servia, Putut Wijanarko. "Ini adalah untuk pertama kalinya mereka muncul di hadapan penikmat film Indonesia secara langsung," ujar Ray.

Kehadiran para produser tersebut, lanjutnya, untuk mengajak pembuat film indie belajar dan menambah wawasan tentang bagaimana sebuah film dapat menggabungkan antara idealisme dengan selera pasar, dan pada akhirnya ditonton jutaan orang.

Festival yang berlangsung satu hari penuh ini menghadirkan sejumlah workshop diantaranya workshop penyutradaraan, penulisan skenario, penyuntingan, wardrobe, make up artist dan music director.

"Dalam LALIM 2013 ini juga ada program terbaru yaitu Acting Academy yang tujuannya untuk melahirkan generasi penerus aktor dan aktris handal. Acting Academy akan memilih 20 orang lolos penilaian untuk langsung menunjukkan bakat mereka di hadapan penonton dan dewan juri profesional," demikian Ray.  (K-4/EIO)